Infrastruktur Yang Tidak Terjamah



 
Indonesia kini sedang gencar mengerjakan berbagai pembenahan, terutama di sektor sarana dan prasarana umum. Mulai dari jalan, pelabuhan, kereta, bandara, hingga LRT dan lain-lain. Pembenahan ini kini sudah dirasakan semua masyarakat Indonesia mulai dari merauke hingga ke sabang. Bahkan Kawasan Timur Indonesia kini sudah bisa merasakan nikmatnya menjelajah pedalaman daerah mereka melalui jalan tol, kereta api, pelabuhan maupun bandara yang sudah bisa dioperasionalkan.

Persoalan infrastruktur diutamakan bagi kelancaran arus barang maupun jasa, begitu juga bagi kelancaran gerakan masyarakat Indonesia dalam melakukan rutinitas kehidupan keseharian. Kelancaran arus barang dan jasa sekarang perlahan demi perlahan sudah dinikmati bangsa Indonesia, terutama masyarakat pedesaan atau pedalaman.

Dengan lancarnya arus barang maupun jasa, juga memberikan manfaat lainnya seperti perpindahan arus barang yang menjadikan harga barang bisa menjadi murah biaya pengiriman atau biaya produksinya.

Semisal, harga semen di jakarta sangat jauh berbeda harganya dahulu sebelum pembenahan infrastruktur diwujudkan. Kini dengan selesainya beberapa jalan di kawasan Indonesia khususnya harga semen menjadi turun. Banyak warga yang merasakan manfaatnya yang pada akhirnya warga khususnya kawasan Indonesia timur bisa menjadi lebih "produktif" di dalam membangun daerah dimana mereka tinggal.

Indonesia berbenah dengan cara berhutang, yang mestinya tidak perlu dilakukan. Cukup dengan mengajak seluruh warga negara Indonesia dengan patungan bersama. Membangun "bangsa dan negara Indonesia" dengan cara "bergotong-royong". Jiwa Nasionalis harus di kedepankan dengan begitu Indonesia bisa dengan cepat lebih maju melakukan berbagai perubahan demi kehidupan yang lebih dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu, dari masa ke masa.

Berhutang boleh saja asal dengan tujuan produktif. Berhutang tiada yang melarang. Namun, selama kini masih bisa jiwa bersama maka sepatutnya hendaknya kita kedepankan dengan jiwa kemandirian. Hanya dengan jiwa mandirilah jiwa kerbertanggung jawaban kita akan senantiasa muncul untuk bisa mewujudkan keinginan yang kita harapkan. Banyak contoh yang sudah kita lihat dari era ke era. Dengan berhutang, maka resiko kita akan lebih tinggi dibandingkan dengan kita berupaya bersama sebangsa.



Namun dari sekian banyaknya pembangunan yang sekarang sedang giat-giatnya dilakukan ada satu hal yang menurut saya terlewatkan. Yakni pembangunan infrastruktur di jawa barat yang masih saja banyak di dapati jalan raya yang masih dalam kondisi yang tak layani dilalui berbagai kendaraan. Seperti jalan raya kecamatan gantar, indramayu, jawa barat. Jalan ini sudah puluhan tahun tidak juga diaspal.

Banyak manfaat yang akan bisa dirasakan terutama bagi para warga sekitar, juga para pelintas jalan yang melalui "jalan raya gantar" ini. Bila hujan tiba banyak sekali genangan air. Bahkan juga banyaknya kubangan dan lubangan air yang kotor dan membahayakan terutama bagi para pengendara sepeda, motor, bahkan juga mobil dan kendaraan berat lainnya.

Saat melintas kesemuanya beresiko tinggi, ban akan terpleset, ban akan bocor, pengendara akan terjatuh. Bahkan bila saat hujan tiba menimbulkan resiko yang lebih tinggi lagi. Semoga akan ada peranan dari pemerintah untuk melihat dan membenahi infrastruktur jalanan yang di kecamatan gantar, haurgeulis, indramayu, jawa barat ini. Dilema oh dilema...


Komentar